21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Imbas Defisit, Dinas PU Dihantui Utang


Imbas Defisit, Dinas PU Dihantui Utang
Ilustrasi.

KLIKSENDAWAR.COM- Defisit anggaran yang dialami Pemkab Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur berimbas kepada kelangsungan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur kemasyarakatan di wilayah itu. Bahkan akibat pengurangan dana dari pemerintah pusat dan Pemprov Kaltim, daerah terancam dalam jeratan utang yang semakin membengkak.

“Awal 2015 APBD teralokasi di Dinas Pekerjaan Umum Kubar sebesar Rp 500 miliar untuk melakukan pembangunan. Dari dana sebesar itu, DPU telah melakukan penyusunan sebanyak 300 program pembangunan. Baru 30 diantaranya sudah lelang pada April 2015 lalu,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kubar, Asrani.

Dia menjelaskan, 30 program pembangunan tersebut diantaranya adalah program pembangunan jalan, semenisasi, dan irigasi. “Tetapi di pertengahan 2016 anggaran DPU mengalami pemotongan pada APBD perubahan, hingga tersisa sebanyak Rp 150 miliar dari anggaran semula sebesar Rp 500 miliar. Terpaksa program yang kita lelang ditunda,” ungkapnya.

Sementara itu, pada 2015 lalu, akibat defisit anggaran, DPU Kubar harus menanggung utang sebesar Rp 200 miliar dari pihak ketiga, karena tidak bisa melakukan pembayaran.

“Tahun ini telah kita selesaikan semua utang tahun lalu. Tapi hal serupa dikhawatirkan akan terjadi lagi (hutang) jika Pemprov Kaltim melakukan pemotongan lagi,” jelas dia.

Kemungkinan terjerat utang, bukan mustahil. Menurut Asrani, dia mendapat informasi bahwa Pemprov berencana akan melakukan pemotongan dana subsidi sekitar 30 persen, dari bantuan sebesar Rp 120 miliar.

“Jika terjadi, maka ada ratusan program pembangunan 2016 akan tertunda. Dan DPU Kubar terancam kembali terlilit utang kepada pihak ketiga,” ungkapnya.

Dia memprediksi, dalam APBD Perubahan 2016, Dinas Pekerjaan Umum Kubar hanya memiliki dana sebesar Rp 150 miliar saja, termasuk bantuan keuangan pemprov.

“Padahal sesuai program yang tersusun, DPU harus memiliki dana beberapa lipat dari itu, supaya program proyek kemasyarakatan bisa berjalan normal,” imbuhnya. (*)

Reporter : Said Omar Nagata    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0