17 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Kuota Pupuk Bersubsidi di Kubar Berkurang


Kuota Pupuk Bersubsidi di Kubar Berkurang
Bupati FX Yapan ikut panen raya beberapa waktu lalu.

KLIKSENDAWAR.COM- Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) mengurangi alokasi dua jenis pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Yakni, jenis SP-36 dan NPK.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Sarana Prodiksi Disbuntanakan Kubar, Agus, pengurangan alokasi dua jenis pupuk ini ditetapkan oleh pemerintah Provinsi Kaltim pada 10 Oktober 2016 lalu. Selanjutnya untuk alokasi pupuk jenis SP-36 yang di awal tahun ditetapkan 100 ton, menurun menjadi 70 ton.

“Pengurangan terbesar terjadi pada jenis pupuk jenis NPK di mana dari alokasi yang ditetapkan sebelumnya 400 ton, sekarang berkurang menjadi 200 ton,” jelas Agus,

Disinggung penyebab pengurangan pupuk itu, Agus tidak dapat menjelaskan secara pasti. “Itu sudah ditetepkan oleh Pemrov Kaltim,” katanya.

Meski demikian kata Agus hal itu tidak berdampak pada kebutuhan pupuk untuk para petani di Kubar. Sebab alokasi pupuk pasca dikurangi masih bisa memenuhi kebutuhan para petani.

“Kalau dibilang berkurang iya, tapi tidak berdampak begitu besar sebab meskipun dikurangi kouta pupuk yang ada saat ini masih cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Dia menambahkan, untuk tahun 2016 ini serapan pupuk bersubsidi di Kubar sangat baik. Sebab hingga akhir bulan November ini, 80 Persen dari jumlah kuota yang diberikan telah terserap oleh patani.

Seperti yang diketahui tahun 2016 ini, sebelum mengalami pemotongan Kubar mendapat alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 935 ton. Diantaranya urea 150 ton, NP-36 100, ZA 50 ton, NPK 400 ton, dan Organtik 25 ton. ”Untuk tahun ini parap petani bisa mengoptimalkan alokasi pupuk yang diberikan, berbeda dengan tahun lalu yang serapannya kurang,”ujarnya.

Tahun ini, lanjut Agus, pengguna pupuk dikalangan petani sayur dan padi meningkat. Rara-rata pengguna pupuk ini petani sayur dan padi. Berbeda dengan tahun lalu, pupuk bersubsidi hanya banyak digunakan oleh petani karet. Namun karena harga karet turun serapannya pun berkurang. (*)

Reporter : Inara Dafina    Editor : Juna Basir



Comments

comments


Komentar: 0