21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tas Plastik Berbayar: Kebijakan Mulia Memelihara Bumi, Apakah Berjalan Efektif?


Tas Plastik Berbayar: Kebijakan Mulia Memelihara Bumi, Apakah Berjalan Efektif?
dr Andi Sofyan Hasdam, Sp.S, penulis catatan ini saat menanam pohon di sebuah acara beberapa waktu lalu. (DOKUMENTASI PRIBADI)

KETIKA saya masih kecil, sekitar 40-50 tahun yang lalu, orang-orang dikampung saya kalau berbelanja ke pasar, pasti  membawa sebuah tas  yang dibuat dari plastik anyaman yang mereka gunakan berulang-ulang. Setidaknya kalau tas itu kotor mereka cuci lalu dikeringkan. Atau ada juga yang menggunakan tas yang terbuat dari anyaman rotan yang mereka manfaatkan setiap berbelanja ke pasar.

Demikian pula didalam pasar, ketika membeli ikan yang ukurannya kecil seperti teri, kemasan yang digunakan untuk membungkus bukan tas plastik seperti sekarang, melainkan dibungkus dengan daun jati. Atau kalau membeli ikan yang berukuran besar sebangsa kakap atau bandeng, ikan ini tidak dikemas dengan bungkusan plastik melainkan dengan menggunakan tali yang terbuat dari rotan dengan menusukkan tali rotan tersebut kedalam kepala ikan dan disusun berdasarkan jumlah ikan yang kita beli.

Lalu bagaimana kalau mereka membeli kacang tanah, gula dan lain-lain? Kemasan yang digunakan adalah bungkusan kertas yang mereka buat sendiri dengan potongan khusus dan mereka lem sehingga menjadi bungkusan yang praktis. Pada waktu itu, selembarpun tas plastik tidak ada yang terbawa kerumah dan semua yang digunakan adalah kemasan organik, atau paling tidak, dengan menggunakan bahan yang mudah didaur ulang sepertik kertas

Sangat berbeda dengan kondisi sekarang. Orang berbelanja ke pasar tidak perlu membawa tas dari rumah karena dipasar pasti tersedia tas plastik untuk membawa barang belanjaan, sehingga tidak heran kalau kembali dari pasar, setiap orang membawa empat sampai enam lembar tas plastik yang mereka peroleh masing-masing dari penjual ikan, penjual daging, pedagang telur, penjual ikan asin dan lain-lain. Yang pasti,  setelah sampai dirumah, seluruh tas plastik dari pasar tersebut akan jatuh ke tong sampah.

Bisa dibayangkan kalau setiap hari, disemua rumah tangga membuang sampah berupa tas kresek plastik 5-6 lembar, akan ada ratusan ribu lembar tas plastik yang akan masuk kedalam tempat pembuangan atau pemrosesan akhir, dan tentu akan sangat dahsyat jumlahnya dalam sebulan, terlebih dalam setahun.



Reporter :     Editor : Juna Basir



Comments

comments


Komentar: 0