21 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ketahuan Jual Miras, Toko di Samarinda Ini Kena Denda Tiga Juta Rupiah


Ketahuan Jual Miras, Toko di Samarinda Ini Kena Denda Tiga Juta Rupiah
Jajaran Satpol PP Samarinda saat menggelar razia miras di toko kelontongan (Foto: Dokumentasi)

KLIKSENDAWAR.COM - Peringatan bagi pedagang kelontongan yang selama ini kerap menjual minuman keras (miras). Pasalnya, Pemkot Samarinda kini tidak main-main untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada warga yang tertangkap menjual miras.

Operasi penertiban dilakukan jajaran Satpol PP Kota Samarinda sepekan belakangan. Lima pedagang yang masing-masing berdomisili di Jalan M Yamin, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan DI Panjaitan, Jalan Bung Tomo, serta Jalan Harun Nafsi itu, dipastikan mereka rugi besar.

Mereka lantaran menjual miras tanpa izin. Selain miras, sebanyak 1.094 botol yang disita, mereka juga harus menjalani kursi pesakitan. Lima pedagang tersebut harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Kamis, 27 Oktober 2016.

Bahkan putusan pengadilan di luar dugaan dan membuat mereka sangat kaget. Jangankan terdakwa, sejumlah aparat Satpol PP selaku pihak yang mengadu juga sempat kaget saat mendengarkan keputusan pengadilan yang cukup memberatkan para terdakwa tersebut.

Para penjual miras itu dikenai denda masing-masing Rp3 juta subsider tujuh bulan. Bahkan ada yang sempat tidak bisa langsung membayar sehingga harus pulang mengambil uang tambahan hanya untuk membayar denda.

Tidak hanya uang denda yang tergolong paling besar di antara sidang-sidang yustisi sebelumnya. Salah satu terdakwa yang tidak bisa menjawab pertanyaan hakim karena tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia.

Dengan demikian, terdakwa yang hanya mengenakan bahasa daerah itu memerlukan penerjemah khusus untuk menjawab setiap pertanyaan hakim yang dialamatkan kepadanya.

"Semoga dengan keputusan pengadilan yang cukup memberatkan terdakwa ini, membuat masyarakat bisa berpikir panjang sebelum menjual miras," ujar Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Samarinda, Zulfikar Syafarie seusai sidang.

Ia juga meminta kepada para penjual miras yang telah disidang tersebut agar tidak lagi menjual miras. Selain memicu terjadinya gangguan Kamtibmas, pedagang telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Samarinda Nomor 6 Tahun 2013 tentang larangan, pengawasan, penertiban, dan penjualan minuman beralkohol dalam wilayah Kota Samarinda.

Khususnya ayat 1 dan ayat 2 terkait peredaran miras tanpa izin serta penjualan miras yang terlalu dekat dengan rumah ibadah maupun fasilitas pendidikan.

"Lima terdakwa ini akan masuk dalam daftar orang-orang yang harus diawasi serius di samping target lainnya. Kalau sampai kembali tertangkap, bisa saja langsung kurungan badan. Sementara untuk miras hasil sitaan, akan dimusnahkan dalam waktu dekat sesuai permintaan Pak Walikota (Syaharie Jaang, Red)," pungkas Zulfikar. (*)

Reporter : Yoyok Sudarmanto     Editor : Juna Basir



Comments

comments


Komentar: 0